Entri Populer

Aqidah, Syariat Islam, dan Hakikat Shalat

aqidah.jpg (1280×800)
Akidah
“dan ketika memberikan muka masam adalah dosa”
A kidah adalah ilmu yang membicarakan perkara yang berkaitan dengan kesempurnaan Allah. Bagitu berpengaruhnya akidah dalam kehidupan seseorang karena penting bagi kita memahaminya agar kita terhidar dari menyeleweng dari aturan Allah.
Aqidah adalah dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang muslim yang bersumber dari ajaran Islam yang wajib dipegangi oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat.
Dasar aqidah akhlak adalah ajaran Islam itu sendiri yang merupakan sumber-sumber hukum dalam Islam yaitu Al Qur’an dan Al Hadits.
Menyampaikan ilmu akidah di kehidupan sehari-hari yakni dengan daqwah bil hall, atau dakwah dengan tingkah laku. Begitu pula Rasulullah menyebarkan agama Allah dahulu.
penyelewengan akan  akidah sering kita temukan dari hal-hal yang kecil seperti ‘tidak menaati aturan lalu lintas’. Bagi seorang yang beriman, senantiasa menyadari keberadaan Allah yang mengawasinya.
Allah berfirman yang dalam surat Al-imran 18
Yang intinya :
 Orang beriman dan berilmu mengatakan “ Allahlah yang patut disembah”
Dengan memperlajari akidah kita berlatih untuk menyeimbangkan diri antara pikiran , hati, dan lisan. Senantiasa menjadi pribadi yang beriman dan menjalankan syariat Islam.
          Syahadatain dalam mempertahankan Aqidah terasa berat saat zaman Nabi dahulu, harus berkecambuk dengan kekerasan demi mempertahankan idelogi la illaha Ilallah. Namun, pada zaman modern ini sungguh lebih berat lagi, karena kita menahan diri dari kenikmatan dalam keburukan yang mengharuskan kita menguasai nafsu kita sendiri.

Islam.jpg (320×239)

Syariat Islam

1. Apakah syariat islam?

Hukum atau aturan yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat muslim, beserta penyelesaian masalah
Jadi, syariat islam adalah panduan menyeluruh dan sempurna mengenai permasalahan hidup manusia dan seluruh kehidupan di dunia ini.

2. Apakah fungsi syariat hanya untuk umat islam?

Syariat islam berfungsi untuk seluruh mahluk karena merupakan hokum yang universal selaras dengan fitrah manusia dan mahluk yang ada di bumi ini.
Bagaimana kita melestarikan lingkungan merupakan salah satu Syariat islam dalam menjaga keseimbangan alam.
Impertarusur pemahaman akan syariat islam melalu ilmu fikih yang terdiri dari :

1.      Fiqih ibadah
2.      Fiqih muamalah
3.      Fiqih istiqsobariah (perekonomian)
4.      Fiqih siasah (politk)
5.      Fiqih prioritas
6.      Fiqih Sunnah

Dalam mempelajari ilmu fiqih ada dasar yang harus dimiliki
 agar tidak terjadi perselisihan, yakni :
1.      Kepahaman
2.      Lapang Dada
3.      Tidak boleh menyalahkan

Terkadang , beberapa cara orang menafsirkan masalah berbeda, dengan alasan

Ikhtilaf
(perbedaan pendapat karena terdapat sumber yang berbeda / aturan zonir)
Misalanya dalam mengambil hadist kita perlu memperhatikan tingkatan hadist tersebut.

Hasan (paling baik)- Hasad- Doif – Munkar – Maudu (Bukan Hadist)

Atas perbedaan ini, kita boleh melakukan Ijtihad, yakni upaya menyelesaikan permasalahan dilandasi dengan tindakan yang berlaku hanya untuk dirinya sendiri karena tidak ada sumber hokum
Kita juga dapat melakukan Bidah. Bidah terdengar negative ya akhir-akhir ini.namun, bid’ah disini adalah melakukan perbuatan yang tidak ada pada zaman Rasul , Fiqul Bid’ah dengan bid’ah hasanah (bidah yang baik) namun, didasari dengan aturan lain yang bertalian.
Sampai kapanpun muslimah diwajibkan mengenakan hijab atau jilbab. Namun, mode hijab boleh disesuaikan dengan kondisi namun tidak melampaui syariat Islam. Dilain pihak, sampai kapanpun tidak ada pacaran yang ‘halal’ J
Bukankah Allah telah berfirman :

“ jangan menanyakan kepada Rasul/ Nabi hal-hal yang apabila dijelaskan akan menyusahkanmu ketika Al-Quran diturunkan. Niscaya akan dijelaskan. Dan Allah memberikan keleluasaan untuk menetapkan” surat 5 ayat 10

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

“karena, kita harus menjaga silaturahim, tidak saling bermusuhan”

3. Apa saja makosidus (tujuan) syariat?
1 menjaga keimanan atau agama (ruhani), seperti kebutuhan ibadah, baik fisik maupun non fisik, seperti shalat, haji, zakat, puasa, kurban dan lain nya.
2. memenuhi kebutuhan raga (jasmani), seperti makanan, minuman, sarana kesehatan, keselamatan, ketenangan, dan keamanan baik produk maupun jasa dan larangan memproduksi hal-hal yang membahayakan keselamatan umat manusia.
3.  menjaga akal, seperti sarana dan prasarana pendidikan dan pengajaran, media masa dan akses informasi, dan larangan memproduksi minuman keras, atau produk dan jasa yang merusak akal sehat.
4. menjaga ke turunan, seperti memproduksi alat dan sarana kesehatan, larangan produk pornografi dan pornoaksi, dan hal-hal yang bisa merusak ge nerasi muda.
5. memelihara harta, dengan didirikannya lembaga keuangan syariah, in vestasi, kemudahan akses usaha, dan larangan produk judi dan sejenisnya.

Memahami Makna dan Hikmah Rukun Islam

ü  Syahadat [kesaksian]
ü  Shalat [menyembah]
ü  Zakat [membersihkan]
ü  Puasa [menahan]
ü  Haji [menghadapkan diri]

shalat.jpg (600×371)
Shalat

“shalat seseorang menentukan amalnya dimata Allah”

Shalat sebagai Dial Indikator, ciri orang bertawaqal

1.         Tepat Waktu
2.         Tumaninah [sesuai dengan ajaran Rasul]

Optimalisasi Shalat Khusu’

1.             Menyiapkan diri untuk Shalat
2.             Mengetahui apa yang  dikerjakan
3.             Memahami apa yang dilakukan
4.             Memusatkan konsentrasi
5.             Menjaga konsentrasi
Hakikat Shalat
1.      Awwalu Sholat : Takbir
< Al- Anfal : 2 >
Ø  Tawaduq (rendah hati)
Ø  Qanaah (merasa bersyukur pada ketetapan Allah)
Ø  Wara (warning, alias hati-hati)
2.      Fii Shalat : Dzikir
Ø  Mahabbah (cinta)
Ø  Roja’ (penuh harap)
Ø  Khauf (takut kepada Allah)
3.      Akhiru Shalat : Salaam <komitmen kepedulian>
Ø  Rahmah (lemah lembut)
Ø  Silaturahim (menjaga tali persaudaraan)
Ø  Ta’affu (Pandai memaafkan)
Syariat islam membimbing manusia menuju kebahagiaan yang hakiki di Dunia dan Akhirat . pada lingkungan yang tidak menerapkan syariat islam kita harus tetap menjaga ideologi kita  dua kalimat syahadat yang merupakan inti ajaran islam. Maksiat di dunia ini tidak akan pernah habis selama syetan mampu menghasut manusia menemukan kebaikan dalam keburukan

Sumber :
v  Materi Pendidikan Agama Islam D1 Pajak
v  aqidahakhlak4mts.wordpress.com
v  muhsinhar.staff.umy.ac.id



0 Response to "Aqidah, Syariat Islam, dan Hakikat Shalat "

Posting Komentar