
Akidah
“dan
ketika memberikan muka masam adalah dosa”
A kidah adalah ilmu yang membicarakan perkara yang
berkaitan dengan kesempurnaan Allah. Bagitu berpengaruhnya akidah dalam
kehidupan seseorang karena penting bagi kita memahaminya agar kita terhidar dari
menyeleweng dari aturan Allah.
Aqidah adalah dasar-dasar pokok kepercayaan atau
keyakinan hati seorang muslim yang bersumber dari ajaran
Islam yang wajib dipegangi oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan
yang mengikat.
Dasar aqidah akhlak adalah ajaran Islam itu sendiri
yang merupakan sumber-sumber hukum dalam Islam yaitu Al Qur’an dan Al Hadits.
Menyampaikan ilmu akidah di
kehidupan sehari-hari yakni dengan daqwah bil hall, atau dakwah dengan tingkah
laku. Begitu pula Rasulullah menyebarkan agama Allah dahulu.
penyelewengan akan akidah sering kita temukan dari hal-hal yang
kecil seperti ‘tidak menaati aturan lalu lintas’. Bagi seorang yang beriman, senantiasa
menyadari keberadaan Allah yang mengawasinya.
Allah berfirman yang
dalam surat Al-imran 18
Yang intinya
:
Orang beriman dan berilmu mengatakan “
Allahlah yang patut disembah”
Dengan memperlajari
akidah kita berlatih untuk menyeimbangkan diri antara pikiran , hati, dan
lisan. Senantiasa menjadi pribadi yang beriman dan menjalankan syariat Islam.
Syahadatain dalam mempertahankan Aqidah terasa berat saat
zaman Nabi dahulu, harus berkecambuk dengan kekerasan demi mempertahankan
idelogi la illaha Ilallah. Namun, pada zaman modern ini sungguh lebih berat
lagi, karena kita menahan diri dari kenikmatan dalam keburukan yang
mengharuskan kita menguasai nafsu kita sendiri.


Syariat Islam
1. Apakah syariat islam?
Hukum atau
aturan yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat muslim, beserta penyelesaian
masalah
Jadi,
syariat islam adalah panduan menyeluruh dan sempurna mengenai permasalahan
hidup manusia dan seluruh kehidupan di dunia ini.
2. Apakah fungsi syariat hanya untuk umat islam?
Syariat islam berfungsi untuk seluruh mahluk karena merupakan hokum yang
universal selaras dengan fitrah manusia dan mahluk yang ada di bumi ini.
Bagaimana kita melestarikan lingkungan merupakan salah satu Syariat islam
dalam menjaga keseimbangan alam.
Impertarusur pemahaman akan syariat islam melalu ilmu fikih yang terdiri
dari :
1.
Fiqih ibadah
2.
Fiqih muamalah
3.
Fiqih istiqsobariah (perekonomian)
4.
Fiqih siasah (politk)
5.
Fiqih prioritas
6.
Fiqih Sunnah
Dalam mempelajari ilmu fiqih ada dasar yang harus dimiliki
agar tidak terjadi perselisihan,
yakni :
1.
Kepahaman
2.
Lapang Dada
3.
Tidak boleh menyalahkan
Terkadang , beberapa cara orang menafsirkan masalah berbeda,
dengan alasan
Ikhtilaf
(perbedaan pendapat
karena terdapat sumber yang berbeda / aturan zonir)
Misalanya dalam mengambil hadist kita perlu memperhatikan tingkatan
hadist tersebut.
Hasan (paling baik)- Hasad- Doif – Munkar – Maudu (Bukan
Hadist)
Atas perbedaan ini, kita boleh melakukan Ijtihad, yakni upaya
menyelesaikan permasalahan dilandasi dengan tindakan yang berlaku hanya untuk
dirinya sendiri karena tidak ada sumber hokum
Kita juga dapat melakukan Bidah. Bidah terdengar negative ya akhir-akhir
ini.namun, bid’ah disini adalah melakukan perbuatan yang tidak ada pada zaman
Rasul , Fiqul Bid’ah dengan bid’ah hasanah (bidah yang baik) namun, didasari
dengan aturan lain yang bertalian.
Sampai kapanpun muslimah diwajibkan mengenakan hijab atau jilbab. Namun,
mode hijab boleh disesuaikan dengan kondisi namun tidak melampaui syariat
Islam. Dilain pihak, sampai kapanpun tidak ada pacaran yang ‘halal’ J
Bukankah Allah telah berfirman :
“ jangan menanyakan kepada Rasul/ Nabi hal-hal yang apabila dijelaskan
akan menyusahkanmu ketika Al-Quran diturunkan. Niscaya akan dijelaskan. Dan Allah
memberikan keleluasaan untuk menetapkan” surat 5 ayat 10
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan
barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata.”
“karena, kita harus
menjaga silaturahim, tidak saling bermusuhan”
3. Apa saja makosidus (tujuan) syariat?
1
menjaga keimanan atau agama
(ruhani), seperti kebutuhan ibadah, baik fisik maupun non fisik, seperti
shalat, haji, zakat, puasa, kurban dan lain nya.
2. memenuhi
kebutuhan raga (jasmani), seperti makanan, minuman, sarana kesehatan,
keselamatan, ketenangan, dan keamanan baik produk maupun jasa dan larangan
memproduksi hal-hal yang membahayakan keselamatan umat manusia.
3.
menjaga akal, seperti sarana dan prasarana pendidikan dan
pengajaran, media masa dan akses informasi, dan larangan
memproduksi minuman keras, atau produk dan jasa yang merusak akal sehat.
4.
menjaga ke turunan, seperti memproduksi alat dan sarana kesehatan, larangan produk
pornografi dan pornoaksi, dan hal-hal yang bisa merusak ge nerasi muda.
5.
memelihara harta, dengan didirikannya lembaga keuangan syariah, in vestasi, kemudahan
akses usaha, dan larangan produk judi dan sejenisnya.
Memahami
Makna dan Hikmah Rukun Islam
ü Syahadat [kesaksian]
ü Shalat [menyembah]
ü Zakat [membersihkan]
ü Puasa [menahan]
ü Haji [menghadapkan
diri]
Shalat
“shalat seseorang
menentukan amalnya dimata Allah”
Shalat sebagai Dial Indikator, ciri orang bertawaqal
1.
Tepat Waktu
2.
Tumaninah [sesuai dengan ajaran Rasul]
Optimalisasi
Shalat Khusu’
1.
Menyiapkan diri untuk Shalat
2.
Mengetahui apa yang
dikerjakan
3.
Memahami apa yang dilakukan
4.
Memusatkan konsentrasi
5.
Menjaga konsentrasi
Hakikat Shalat
1.
Awwalu Sholat : Takbir
< Al-
Anfal : 2 >
Ø
Tawaduq (rendah hati)
Ø
Qanaah (merasa bersyukur pada ketetapan Allah)
Ø
Wara (warning, alias hati-hati)
2.
Fii Shalat : Dzikir
Ø
Mahabbah (cinta)
Ø
Roja’ (penuh harap)
Ø
Khauf (takut kepada
Allah)
3.
Akhiru Shalat : Salaam <komitmen kepedulian>
Ø
Rahmah (lemah lembut)
Ø
Silaturahim (menjaga
tali persaudaraan)
Ø
Ta’affu (Pandai
memaafkan)
Syariat islam membimbing
manusia menuju kebahagiaan yang hakiki di Dunia dan Akhirat . pada lingkungan yang
tidak menerapkan syariat islam kita harus tetap menjaga ideologi kita dua kalimat syahadat yang merupakan inti
ajaran islam. Maksiat di dunia ini tidak akan pernah habis selama syetan mampu
menghasut manusia menemukan kebaikan dalam keburukan
Sumber :
v Materi Pendidikan Agama Islam D1 Pajak
v aqidahakhlak4mts.wordpress.com
v muhsinhar.staff.umy.ac.id
0 Response to "Aqidah, Syariat Islam, dan Hakikat Shalat "
Posting Komentar